Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Blora Usulkan Jalur Trans Jateng Rembang-Blora

Bhagas Dani Purwoko
Pengusulan Trans Jateng
Pengusulan Trans Jateng

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemkab Blora kembali mengusulkan transportasi massal atau angkutan algomerasi perkotaan (Trans Jateng) untuk rute Rembang-Blora, ke Provinsi Jawa Tengah.


Advertisement

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Sunyoto mengatakan, Kabupaten Blora masuk pada Wilayah Pengembangan (WP) Banglor atau Wilayah Rembang-Blora.

‘’Sebelumnya, kami mengusulkan perpanjangan rute Trans Jateng ke Wilayah Blora dari Kabupaten Grobogan. Namun, dalam aturanya, Kabupaten Blora tidak masuk ke WP Kedungsepur,’’ ujarnya.

Sunyoto menyebutkan, jarak maksimal rute Trans Jateng adalah 50 kilometer. Sehingga, pada pengajuannya nanti dapat menghubungkan Kabupaten Blora ke Kabupaten Rembang, namun tidak mencapai Kecamatan Cepu.

Advertisement

‘’Kalau jarak Blora-Rembang itu 36 Kilometer, kalau ditarik ke Kecamatan Cepu telah melebihi dari persyaratan, yaitu 74 Kilometer. Sementara, Rembang-Blora,’’ ujarnya. Menurutnya dengan adanya Trans Jateng Rembang-Blora dapat menjadi penghubung hingga Semarang dengan terintegrasinya Trans Jateng Jekuti (Jepara-Kudus-Pati).

‘’Kalau untuk armada Trans Jateng kita mengikuti dari Dishub provinsi. Jadi, tidak menargetkan pemberian," katanya. Menurutnya, pada pengajuan sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan dan Inovasi Daerah (Bapperida) Blora telah melakukan kajian terhadap penerima manfaat pada perpanjangan rute Trans Jateng Kedungsepur.

Bahkan, dari kajian tersebut semua aspek terpenuhi, baik dari kebutuhan masyarakat hingga sarana-prasarana yang dilalui. ‘’Pada kajian itu, menghasilkan 3.000 masyarakat yang dapat menerima manfaat atas perpanjangan rute. Hal itu menyusul banyaknya masyarakat Blora yang bekerja di Pabrik Wirosari Grobogan,’’ terangnya. (hul/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Amuk Massa Sarekat Islam di Tuban Pada 1913 dan Residen Belanda Remehkan Surat Ancaman Kematian

Amuk Massa Sarekat Islam di Tuban Pada 1913 dan Residen Belanda Remehkan Surat Ancaman Kematian

Ketegangan memuncak di Tuban tahun 1913! Dari penembakan, amuk massa Sarekat Islam, hingga respons nyeleneh Residen Rembang yang menyuruh jadikan surat ancaman pembunuhan sebagai tisu toilet. Cek arsip kolonialnya di sini.

Geguritan Radar Bojonegoro Oleh Gampang Prawoto

Geguritan Radar Bojonegoro Oleh Gampang Prawoto

Geguritan Radar Bojonegoro Oleh GAMPANG PRAWOTO

30 Siswa Baru SRMA 18 Blora Diasramakan Sementara di Gedung SR Rembang

30 Siswa Baru SRMA 18 Blora Diasramakan Sementara di Gedung SR Rembang

Menjelang penerimaan peserta didik baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora masih menghadapi keterbatasan sarana. Hingga kini, sekolah tersebut belum memiliki gedung permanen sehin

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer